Pentingnya Peran dan Persatuan Ummat Islam dalam Negara Demokrasi

Kemarin, saya iseng-iseng membuat riset sederhana mengenai Pilkada DKI dan  Pilpres sebelumnya. Saya temukan ada hal yang menurut saya sangat penting untuk disadari oleh ummat Islam. Silakan lihat tabel berikut ini:

whatsapp-image-2016-11-06-at-19-31-52

Kalau kita perhatikan di kedua pemilihan, pemenangnya hanya menang tipis dari pasangan lainnya (kotak warna pink). Lebih mengejutkan lagi, perhatikan kotak warna kuning menunjukkan besarnya persentase golput dalam kedua pemilu tersebut.

Lalu saya coba cari tau, apa saja berita mengenai golput ini, kenapa banyak yang golput dan apa kira-kira sebabnya. Berikut beberapa hasil pencarian melalui google dengan keyword “jangan golput”:

1. 2009: Orang Kristen Jangan Golput

http://www.leimena.org/id/page/v/348/orang-kristen-jangan-golput

Jakob Tobing sudah makan asam-garam dalam menangani Pemilu. Tahun 1987 ia menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu dan terpilih sebagai Wakil Ketua Panwaslu di tahun 1992. Tahun 1999 – 2001 ia duduk sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tahun 1999 terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan Indonesia. Sejarah mencatat, peraih bintang Mahaputera utama ini sukses memimpin Pemilu 1999 yang merupakan pemilu demokratis kedua di Indonesia setelah Pemilu 1955, ketika KPU pada waktu itu tidak berhasil mentuntaskan penghitungan hasil pemilu 1999. Berikut ini adalah pandangan Jakob Tobing yang kini menjabat sebagai President Institut Leimena mengenai partisipasi orang Kristen dalam Pemilu 2009.

Mengapa orang Kristen sebaiknya tidak golput dalam Pemilu?

Karena Pemilu di jaman sekarang jauh lebih bermakna dibanding jaman dulu. Di negara-negara yang tidak demokratis seperti di China, Korea Utara atau Iran, Pemilu hanya formalitas saja. Dulu pun di Indonesia seperti itu. Kita sudah tahu hasil Pemilu sebelumnya karena memang sudah ditetapkan. Tapi sekarang, kita tidak tahu siapa yang akan menang. Hasilnya ditentukan dari penambahan suara satu demi satu. Satu suara itu termasuk suara saya dan Anda.

** Dari berita ini, saya tertarik, bahwa umat kristiani sangat menganjurkan dan mendorong semua jamaahnya untuk ikut memilih. Namun mengapa angka golput bisa tinggi banyak. Kira-kira siapa yang memilih golput?

2. 2009: MUI Keluarkan Fatwa Haram Golput supaya Ummat Islam ikut memilih, tapi dikecam.

http://www.eramuslim.com/berita/analisa/mahfud-hidayat-4-alasan-mengapa-golput.htm#.WB7iq_l942w

Fenomena golput ini mengundang MUI yang merupakan representasi umat turun tangan, dengan menggunakan otoritasnya sebagai mufti, mereka pun mulai mengeluarkan fatwa bahwa golput haram. Diharapkan dengan adanya fatwa ini, masyarakat mau menyalurkan suaranya pada pemilu tahun ini.

Tetapi alih-alih mendapatkan dukungan rakyat, fatwa ini justru mengundang banyak kecaman dari masyarakat. Alasannya, dalil yang digunakan MUI dalam mengeluarkan fatwa tidak relevan dengan keadaan yang sesungguhnya.

Contohnya apa yang dikemukakan oleh Dr. Sofjan S. Siregar. Ia menyatakan bahwa fatwa MUI yang mengharamkan golput adalah sebuah ‘blunder ijtihad’ dalam sejarah perfatwaan MUI. Justru mengharamkan golput itu hukumnya haram. “Sampai detik ini, saya gagal menemukan referensi dan rujukan serta dasar istinbath para ulama yang membahas masalah itu,” ujar Sofjan, doktor syariah lulusan Khartoum University, direktur ICCN, Ketua ICMI Orwil Eropa dan dosen Universitas Islam Eropa di Rotterdam.

“Oleh sebab itu, saya menyerukan kepada pematwa dan peserta rapat MUI yang terlibat dalam ‘manipulasi politik fatwa golput’ untuk bertobat dan minta maaf kepada umat Islam Indonesia, karena terlanjur membodohi umat,” tandas Sofjan (Detik.com, 27/1/2009).

Pengamat politik Indobarometer M. Qodari bahkan menilai, dengan fatwa tersebut MUI telah melanggengkan bobroknya sistem politik di Indonesia. “Kalau mereka dilarang untuk golput, hal itu justru menjustifikasi sistem politik yang tidak baik. Fatwa harusnya menganjurkan pada kebaikan,” jelas Qodari (Detik.com, 26/1/2009).

** Di sini ditemukan bahwa MUI juga sudah berusaha menyadarkan ummat islam untuk ikut pemilu dan jangan golput. Tapi yang menarik, banyak pihak/opini yang disuarakan untuk meng-counter fatwa MUI, bahkan dari mereka termasuk ummat islam sendiri. Pertanyaan lain muncul, lalu apa yang memotivasi rakyat untuk golput?

3. 2009: PKB Pro Gus Dur Golput

http://politik.news.viva.co.id/news/read/46690-pkb-pro-gus-dur-golput

VIVAnews – Pendukung Partai Kebangkitan Bangsa Pro Gus Dur menyatakan tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum 2009. Pasalnya, seluruh proses tahapan Pemilu, dari proses verifikasi partai hingga penetapan daftar pemilih tetap, cenderung menimbulkan prasangka, tidak menciptakan keadilan dan kejujuran.

Sebanyak 5 dewan pimpinan wilayah PKB, yaitu DPW PKB Jawa Tengah, DPW PKB Kalimantan Selatan, DPW PKB Sumatera Barat, DPW PKB Bangka Belitung, dan DPW PKB Papua, menandatangani kesepakatan ini.

** Berita ini ditemukan sebagai salah satu jawaban pertanyaan tadi. Kalau dilihat, tokoh seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan NU pada umumnya jika menyatakan sikap golput, maka akan berpengaruh pada banyak orang yang cenderung taat dan ikut pada sikap tersebut. Mengingat jumlah pengikut NU yang sangat besar sebagai salah satu ormas islam terbesar di Indonesia, maka masuk akal jika warga NU pilih golput, maka jumlah golput pada pemilu akan tinggi.

Pertanyaan berikutnya, pasti tidak semua warga NU pilih golput. Lalu kemana kira-kira suaranya?

4. 2014: Muhaimin: PKB Koalisi dengan PDIP Demi Kemaslahatan

http://politik.news.viva.co.id/news/read/503376-muhaimin–pkb-koalisi-dengan-pdip-demi-kemaslahatan

VIVAnews – Setelah melakukan rapat pleno bersama antara jajaran Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang, Jombang, PKB akhirnya menyepakati untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“PKB akan berkoalisi dengan PDIP dalam mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melalui siaran pers yang diterima VIVAnews, Sabtu 10 Mei 2014.

** Suara sebagian warga NU yang jumlahnya signifikan akan bisa menentukan pemenang pemilu, apalagi jika selisih suaranya tipis. Jadi masuk akal jika sikap politik NU tersebut membantu kemenangan pihak yang didukung.

Kesimpulannya:

  1. Hasil pemilu sangat dipengaruhi partisipasi kita terutama ummat islam dalam pemilu. Menurut saya, tidak memilih berarti pasrah menyerahkan diri untuk dipimpin siapa saja yang menang.
  2. Motivasi golput bisa karena ketidakpuasan terhadap proses persiapan pemilu, kepuasan terhadap calon yang ada, anjuran dari tokoh yang dihormati dll. Jangan jadikan ini sebagai alasan, justru dengan kondisi seperti ini, suara kita memiliki nilai yang sangat mahal untuk masa depan demokrasi dan politik di Indonesia.
  3. Bagaimana mungkin kita tidak peduli dengan politik, sementara ekonomi, pendidikan anak-anak kita, kebebasan beribadah kita, hingga hukum kita, semuanya diputuskan menurut kehendak politikus dan pejabat.
  4. Fenomena golput ini bisa jadi fenomena alami, namun kalau diteliti, tidak menutup kemungkinan bisa juga direncanakan dan dikondisikan, dengan tujuan untuk memecah belah ummat demi kepentingan segelintir orang.
  5. Mari ikut berpartisipasi dengan ikut memilih sesuai tuntunan agama.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

Mari simak penggalan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 : Lahirnya Pancasila

“Saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah  permusyawaratan, perwakilan. Untuk pihak islam, inilah tempat yang terbaik untuk memelihara agama. Kita,saya  pun, adalah orang islam,- maaf beribu-ribu maaf, keislaman saya jauh belum sempurna,- tetapi kalau saudara-saudar membuka saya punya dada, dan melihat saya punya hati, Tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati islam. Dan hati islam Bung Karno ini, ingin membela islam dalam mufakat, dalam permusyawaratan, Dengan cara mufakat, kita perbaiki segala hal, juga keselamatan agama, yaitu dengan jalan pembicaraan dan permusyawaratan di dalam Badan Perwakilan Rakyat. Apa-apa yang belum memuaskan, kita bicarakan di dalam permusyawaratan. Badan Perwakilan, inilah tempat kita mengemukakan tuntutan-tuntutan islam. Di sinilah kita usulkan kepada pempinan-pimpinan rakyat, apa-apa yang kita rasa perlu kita bagi perbaikan. Jikalau memang rakyat islam, marilah kita bekerja sehebat-hebatnya, agar supaya sebagian yang terbesar dari pada kursi-kursi badan perawakilan rakyat yang kita adakan, diduduki oleh utusan-utusan islam. Jikalau memang rakyat indonesia rakyat yang bagian besarnya rakyat islam. Dan jikalau memang islam di sini agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat, marilah kita pemimpin-pemimpin menggerakkan segenap rakyat itu, agar supaya menegerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan islam ke dalam badan perwakilan ini, Ibaratnya badan perwakilan Rakyat 100 orang anggotanya, marilah kita bekerja sekeras-kerasnya, agar supaya 60, 70, 80, 90 utusan yang duduk dalam perwakilan rakyat ini orang islam, pemuka-pemuka islam. Dengan sendirinya hukum-hukumyang keluar dari badan  perwakilan rakyat itu, hukum islam pula. Malahan saya yakin, jikalau hal yang demikian itu nyata terjadi, barulah boleh dikatakan bahwa agama islam benar-benar hidup di dalam jiwa rakyat sehingga 60%, 70%, 80%, 90% utusan adalah orang Islam , pemuka-pemuka islam, ulama-ulama islam, maka saya berkata, baru jikalau demikian, baru jikalau demikian, hiduplah islam indonesia, dan bukan hanya islam di atas bibir saja. Kita berkata, 90% daripada kita beragama islam, tetapi lihatlah di dalam sidang ini berapa persen yang memberikan suaranya kepada islam? Maaf seribu maaf, saya tanya hal itu! Bagi saya hal ini adalah satu  bukti, bahwa islam belum hidup sehidup-hidupnya di kalangan rakyat.”

Bulan Rajab dan Isra- Mi’raj Nabi Muhammad s.a.w.

Pukul 12.20 saya berangkat menuju masjid Omar untuk melaksanakam sholat Jum’at. Di sini, meskipun waktu dzuhur saat ini masuk pada pukul 11.54, namun khutbah tetap dimulai pukul 12.50, waktu istirahat para pekerja, dan selesai sekitar pukul 13.30. 


Khutbah Jum’at yang disampaikan dalam dua bahasa, Arab dan Inggris secara selang-seling, kali ini mengenai peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab ini merupakan pemberian dari Allah kepada nabi untuk mengobati kesedihan beliau karena wafatnya dua orang yang sangat dikasihinya, yakni paman beliau, Abu Thalib, dan istri beliau, Khadijah r.a.   

Pada suatu hari menjelang shubuh, Jibril a.s. membangunkan Nabi untuk menuju keluar masjidil haram di Mekkah dan memperlihatkan buroq, sejenis hewan berukuran antara kuda dan keledai. Sekejap waktu kemudian, dengan mengendarai buroq, Nabi telah sampai di masjidil aqsa di Jerusalem. Di sana, Rasulullah memimpin sholat shubuh, mengimami para nabi sebelumnya. Dengan ini Allah menunjukkan keutamaan Rasulullah Muhammad di atas nabi sebelumnya dan merupakan nabi yang terakhir. 

Selepas sholat, Jibril mengajak kembali Nabi Muhammad untuk menuju ke langit. Di setiap langit, Jibril mengetuk pintu dan mengucap salam hingga pintu langit dibuka. Di setiap langit hinga langit ke tujuh, ada nabi-nabi sebelumnya. Melewati langit ke tujuh, Jibril tidak lagi menemani Nabi untuk naik sehingga hanya Nabi Muhammad yang memasukinya. Di sanalah Allah swt menyampaikan ‘hadiah’ berupa perintah sholat yang awalnya 50 waktu. Ketika Rasul turun dan bertemu nabi Musa, beliau menyampaikan bahwa 50 terlalu banyak untuk ummat Nabi Muhammad, sehingga beliau meminta pengurangan kepada Allah. Beberapa kali proses tersebut berulang hingga akhirnya jumlahnya menjadi 5 waktu namun dengan kebaikan yang sama seperti 50 waktu. 

Mendengarkan khutbah ini, mengingatkan kembali bahwa sholat dapat membawa kebahagiaan kepada orang yang melaksanakannya sesuai tuntunan agama. Menutup khutbah, khotib menyampaikan sebagai umat Islam, kita dapat melaksanakan Isra dengan cara bangun sebelum shubuh, meninggalkan tempat tidur, berwudhu dan menuju tempat sholat. Lalu kita melaksanakan Mi’raj dengan melaksanakan sholat. Semoga kita dan anak cucu kita menjadi muslim yang senantiasa menegakkan sholat. 

Asshalaatu mi’rajul mu’miniin

Belajar dan bermain di Indonesian Community Play Group

Sore ini waktunya anak-anak belajar dan bermain bersama teman-temannya. Kali ini kegiatan diadakan di Early Start, pusat pendidikan usia dini milik University of Wollongong. Yang membimbing anak-anak adalah mbak Ika. Kegiatan dimulai pukul 4 sore hingga maghrib.

img_4673Kegiatan dimulai dengan pemanasan berupa menyanyi dan menari bersama selama sekitar 10 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan materi. Kali ini tema yang diambil mengenai bagian dari pohon. Mbak Ika mengenalkan bagian dari pohon kepada anak-anak seperti batang, cabang, ranting, daun dan buah.

img_7229
Sebelumnya, anak-anak diminta untuk membawa benda yang berbentuk silinder yang nantinya akan menjadi batang. Sebab, kegiatan mandiri kali ini adalah membuat pohon dari benda tersebut. Dedaunan dan buah yang sudah disiapkan selanjutnya ditempelkan ke silinder tadi menggunakan perekat seperti lem atau selotip.

img_7236
Sekitar 20 menit kemudian, semua anak sudah siap dengan hasil karya mereka. Menutup kegiatan hari ini, semua anak berpose dengan menunjukkan hasil karyanya masing-masing.

img_7252
Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. See ya!

Perjalanan Kehidupan Manusia

Beberapa saat yang lalu, ada seorang teman yang mengirimkan sebuah gambar di salah satu grup WhatsApp. Gambar ini berjudul ‘Perjalanan Kehidupan Manusia’. 


Di gambar itu diilustrasikan posisi kita saat ini yaitu di alam dunia, yang merupakan fase ketiga setelah alam ruh dan alam kandungan. Mungkin sering kita lupa, bahwa alam dunia atau kehidupan kita ini bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Masih ada banyak fase lainnya yakni alam kubur, kiamat, hari kebangkitan, padang mahsyar, syafaat, hisab, penyerahan catatan amal, yaumul mizan, melewati telaga dan sirat, sebelum akhirnya sampai di tempat terakhir, surga dan neraka. Allah menjanjikan bagi siapa pun yang memiliki iman di dalam hatinya akan dimasukkan ke dalam surga. Namun, Allah swt juga mengingatkan bagi siapa pun yang melanggar larangan-Nya akan memperoleh siksa di neraka. 

Hal ini menyadarkan kita, apa yang seharusnya menjadi target kita dalam kehidupan dunia ini. Keimanan dan amal shalih kita lah yang menjadi teman sekaligus bekal manusia di hari kemudian. Maka sudah sepantasnya saya memikirkan kembali visi dan misi dalam hidup yang singkat ini, menyiapkan yang terbaik sesuai tuntunan agama. 

Selanjutnya, ada tiga bekal tambahan yang bisa kita usahakan, yang memberikan manfaat untuk kita bahkan setelah kita tidak lagi hidup di dunia. Yang pertama adalah anak yang shalih dan shalihah, karena do’a mereka akan memberi kebaikan bagi orang tuanya. Kedua, amal jariyah, amal yang bermanfaat bagi makhluk lainnya bahkan setelah kita tiada, pahalanya insyaAllah akan tetap mengalir untuk orang yang mengeluarkannya. Lalu yang ketiga, ilmu yang bermanfaat, ilmu yang sebelumnya kita cari lalu kemudian kita sebarkan sehingga orang lain memperoleh kebaikan dari ilmu tersebut. 

Marilah kita saling mengingatkan tentang hari akhir. Juga mari berlomba berbuat kebaikan untuk mencari pahala sebanyak mungkin, meninggalkan dosa agar Allah ridho kepada kita dan memasukkan kita ke surga-Nya dan menjauhkan dari neraka-Nya. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak-anak kita menjadi muslim yang shalih dan shalihah, mencari harta yang halal, baik dan banyak untuk sebesar-besarnya kemaslahatan orang banyak, serta giat mencari ilmu, mengamalkan serta mengajarkannya kepada orang lain. Mudah-mudahan Allah membimbing kita untuk istiqomah di jalan agama-Nya. Amiin yaa Rabbal ‘alamiin. 

Allaahumma a-inna ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika. 

Tiga tahun usianya

Image-1Safa, demikian nama panggilan kami untuknya. Putri cantik kami itu kini telah menginjak usia tiga tahunnya. Atas izin Allah, cahaya kehidupan kami itu, semakin pandai, lucu dan menggemaskan. Sudah banyak kosa katanya, termasuk berdebat, bercanda, dan menjelaskan sesuatu pada orang tuanya. Ia pun menjadi penterjemah bahasa adiknya, Faqih, yang kadang maksud perkataanya lebih dipahami oleh si kakak. Ia sudah pandai melakukan gerakan sholat, membaca surat Al Fatihah, do’a pendek seperti do’a sebelum dan sesudah makan, serta do’a sebelum tidur, mengucap hamdalah ketika bersin dan istighfar ketika menguap karena kantuk. Di sela waktu mainnya, menyanyi lagu-lagu anak menjadi hiburannya, ditambah serial dari negeri Malaysia, Upin & Ipin, yang sering ia tirukan logat bahasanya. Itu yang kadang membuat kami tertawa melihatnya.

Dia sangat sayang adiknya, tak hanya sebagai teman main, makan, dan bergurau. Walau kadang bertengkar, namanya anak kecil, selepas itu pula kembali akrab dan melanjutkan tertawa bersama. Adiknya pun demikan, sayang pada kakaknya. Si adik mungkin tau, kakaknya telah mengalah, mengorbankan sejenak waktu minum asinya ketika si adik tengah dikandung, hingga lahir ke dunia. Setelah keduanya bertemu, baru melanjutkannya bersama-sama. Ketika berjalan si kakak menunggu, ketika makan si kakak memintakan untuk adik makanan yang sama, ketika adik jatuh, ia peluk dan tenangkan, dan ketika adik berbuat salah ia yang ingatkan.

Semoga sepanjang harimu  diberkahi dan dilindungi oleh Rabbul Izzati, mulia akhlakmu dan menjadi sebab kami masuk ke syurga, duhai anak kami Safanah Rizqi Kamila.

%d bloggers like this: