Category Archives: Networking

CeBIT Australia 2017

CeBIT merupakan kegiatan pameran dan konferensi yang diadakan setiap tahun. Kegiatan ini menghadirkan pelaku bisnis di bidang IT dan dilaksanakan selama tiga hari. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan CeBIT Australia tahun ini diadakan di Sydney International Conference Center dan International Exhibition Center, Darling Harbour, Sydney. Adapun tahun sebelumnya kami tidak dapat hadir karena jadwal kuliah pada saat itu masih penuh. Namun, tahun ini, Alhamdulillah bisa menyempatkan hadir di hari terakhir.  Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari Wollongong, saya tiba di tempat kegiatan sekitar pukul 9 pagi.

Dalam kegiatan ini, kami mengikuti StartUp conference, menampilkan pembicara yang berpengalaman membangun start-up. Banyak hal yang sangat bermanfaat untuk saya, terutama tips bagaimana memulai dan menjalankan sebuah start-up.

Tidak hanya perusahaan asal Australia, pameran dan konferensi juga dikuti oleh perusahaan dari luar negeri, termasuk Jerman, Taiwan, Filipina, Srilanka, dan tentunya Indonesia, sebagai tetangga Australia.

Yang sangat menarik bagi saya adalah mengunjungi sejumlah stand start-up. Banyak diantara mereka yang baru berdiri memulai bisnis digital-nya beberapa bulan yang lalu. Dari situ kita bisa belajar bagaimana membangun sebuah bisnis digital yang dapat menjadi disruptive technology. Hal lain yang menghibur saya adalah berkesempatan mencoba teknologi Virtual Reality (VR) di salah satu stand.

Bagaimana Membuat Email Baru di Yahoo

Pasti hampir semua pembaca sudah punya email. Tetapi mungkin ada juga yang sekarang lagi mencari-cari tutorial membuat email dan nyangkut di blog ini 🙂 kali ini saya akan berbagi Panduan Lengkap Bagaimana Membuat Email Baru Menggunakan Yahoo yang disadur dari http://membuat-email.blogspot.com/2013/01/panduan-lengkap-bagaimana-membuat-email.html

Langsung aja ya, berikut ini caranya:

1. Buka alamat mail.yahoo.co.id

2. Pada bagian kanan bawah, klik Buat Account Baru

3. Isi Nama Anda dan alamat email yang diinginkan. Kalau alamatnya sudah dipakai orang lain, maka tidak bisa dipakai lagi. Atau Anda dapat menggunakan sugesti / saran dari Yahoo!

4. Isi passwor/kata kunci yang nantinya dipakai untuk membuka email. Password ini bersifat rahasia. Jangan sampai diketahui atau ditebak orang lain.

5. Isi data pribadi berupa tanggal lahir, jenis kelamin, dan negara

6. Jika ingin, isi juga Nomor ponsel dan alamat email yang sudah pernah dibuat. Ini nantinya digunakan untuk recovery password jika Anda lupa. Setelah itu klik Buat Akun Saya

7. Isi pertanyaan rahasia, ini juga dipakai untuk men-set ulang password kalau Anda lupa. Jawaban dari pertanyaan ini juga rahasia, jangan sampai mudah ditebak orang lain.

8. Lalu dibawahnya, isi kode verifikasi seperti yang anda lihat. Lalu klik Selesai

9. Setelah itu klik Persiapan Awal

10. Email Anda sekarang sudah jadi.

Semoga bermanfaat ya.

Catatan tentang Stuxnet (Bagian 2: Instalasi hingga Sabotase)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, saya lanjutkan dengan pembahasan instalasi sampai sabotase yang dilakukan oleh Stuxnet. Malware ini melakukan penyebaran (propagation) melalui beberapa cara yakni melalui jaringan (network propagation) dan penyimpan data portabel termasuk flash disk (removable drive propagation).

Penyebaran melalui jaringan dilakukan melalui:

  • Komunikasi dan update secara Peer-to-Peer (PC ke PC)
  • Infeksi WinCC machines via hardcoded database server password
  • Network Sharing
  • Print Spooler, yang telah diumumkan oleh Microsoft sebagai MS10-061 Zero-Day Vulnerability
  • Windows Server Service, yang telah diumumkan sebagai MS08-067 Vulnerability
Sedangkan pada removable disk, Stuxnet menciptakan file Autorun.inf yang palsu dan tersembunyi:

Lalu, Stuxnet menambahkan satu entry Open tambahan pada saat dilakukan klik kanan (sehingga terdapat dua menu Open  )

Read more of this post

Catatan tentang Stuxnet (Bagian 1: Target hingga Penyebaran)

Stuxnet, sebuah malware yang menjadi pembicaraan hangat di dunia computer security tampaknya masih menarik untuk didiskusikan. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit menceritakan kembali mengenai virus ini sebagai tambahan pengetahuan dan bahan renungan untuk meningkatkan kewaspadaan kita pada ancaman di dunia cyber (cyber threat).

Saya awali dengan tujuan akhir dari serangan stuxnet ini (start from the end). Malware ini bertujuan untuk menjangkiti komputer/PC operator yang berisi software WinCC dan/atau SIMATIC Step7 produksi Siemens, software tersebut digunakan untuk mengoperasikan atau mengontrol perangkat Programmable Logic Control (PLC) via State Logic (STL) yang biasanya dipakai dalam Sistem Kontrol Industri – Industrial Control System (ICS). Hakikatnya, stuxnet akan membuat backdoor yang digunakan penjahat dari luar jaringan untuk mengendalikan PC operator. Kemudian memberi instruksi ilegal pada perangkat PLC untuk tujuan sabotase. Stuxnet tersebut juga mampu menyembunyikan instruksi dan kondisi PLC yang sebenarnya dari tampilan yang dilihat oleh operator sehingga instruksi ilegal dari luar tersebut tidak terdeteksi.

Karena WinCC dan Step7 beroperasi di atas sistem operasi berbasis Windows, maka praktis Stuxnet menyerang sistem operasi Windows, mencakup:

  • Windows 2000
  • Windows XP
  • Windows Vista
  • Windows 7
  • Windows Server 2003
  • Windows Server 2008
  • Windows Server 2008 R2

Lebih spesifik lagi, Stuxnet berjalan pada OS tersebut di atas pada versi 32-bit, dan tidak pada 64-bit (setidaknya belum sampai saat penelitian ini). Read more of this post

Perbedaan Distribution List dan Mailing List

Ketika melakukan instalasi mail server beberapa minggu yang lalu, saya sempat mempertanyakan lagi pemahaman saya mengenai perbedaan antara distribution list dengan mailing list. Secara sederhana, keduanya merupakan fasilitas untuk mem-forward email, dengan mengirimkan pada satu alamat, diteruskan kepada seluruh akun yang tergabung. Lalu apa bedaya?

Setelah mencari contoh-contoh implementasi beserta referensinya, dapat saya simpulkan:

  • Mailing list memiliki sebuah ‘pintu’ yang bisa digunakan oleh pengguna untuk mengakses semua arsip pesan dari awal sampai akhir, sedangkan distribution list tidak. Anggota distibution list hanya bisa menerima pesan (dari anggota lain) sejak ia bergabung dengan distribution list tersebut. Hal ini berguna apabila kita tidak ingin komunikasi yang sebelumnya berlangsung dalam sebuah kelompok diketahui oleh anggota baru.
  • Mailing list memiliki pilihan pengiriman pesan pada anggotanya, (biasanya) yaitu per email (individual), harian (daily digest), minggguan (weekly), atau sesuai dengan pilihan yang disediakan, sementara distribution list langsung meneruskan setiap email yang terkirim pada saat itu juga.
Ada tambahan?
%d bloggers like this: