Category Archives: Aqidah

Bulan Rajab dan Isra- Mi’raj Nabi Muhammad s.a.w.

Pukul 12.20 saya berangkat menuju masjid Omar untuk melaksanakam sholat Jum’at. Di sini, meskipun waktu dzuhur saat ini masuk pada pukul 11.54, namun khutbah tetap dimulai pukul 12.50, waktu istirahat para pekerja, dan selesai sekitar pukul 13.30. 


Khutbah Jum’at yang disampaikan dalam dua bahasa, Arab dan Inggris secara selang-seling, kali ini mengenai peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. Peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab ini merupakan pemberian dari Allah kepada nabi untuk mengobati kesedihan beliau karena wafatnya dua orang yang sangat dikasihinya, yakni paman beliau, Abu Thalib, dan istri beliau, Khadijah r.a.   

Pada suatu hari menjelang shubuh, Jibril a.s. membangunkan Nabi untuk menuju keluar masjidil haram di Mekkah dan memperlihatkan buroq, sejenis hewan berukuran antara kuda dan keledai. Sekejap waktu kemudian, dengan mengendarai buroq, Nabi telah sampai di masjidil aqsa di Jerusalem. Di sana, Rasulullah memimpin sholat shubuh, mengimami para nabi sebelumnya. Dengan ini Allah menunjukkan keutamaan Rasulullah Muhammad di atas nabi sebelumnya dan merupakan nabi yang terakhir. 

Selepas sholat, Jibril mengajak kembali Nabi Muhammad untuk menuju ke langit. Di setiap langit, Jibril mengetuk pintu dan mengucap salam hingga pintu langit dibuka. Di setiap langit hinga langit ke tujuh, ada nabi-nabi sebelumnya. Melewati langit ke tujuh, Jibril tidak lagi menemani Nabi untuk naik sehingga hanya Nabi Muhammad yang memasukinya. Di sanalah Allah swt menyampaikan ‘hadiah’ berupa perintah sholat yang awalnya 50 waktu. Ketika Rasul turun dan bertemu nabi Musa, beliau menyampaikan bahwa 50 terlalu banyak untuk ummat Nabi Muhammad, sehingga beliau meminta pengurangan kepada Allah. Beberapa kali proses tersebut berulang hingga akhirnya jumlahnya menjadi 5 waktu namun dengan kebaikan yang sama seperti 50 waktu. 

Mendengarkan khutbah ini, mengingatkan kembali bahwa sholat dapat membawa kebahagiaan kepada orang yang melaksanakannya sesuai tuntunan agama. Menutup khutbah, khotib menyampaikan sebagai umat Islam, kita dapat melaksanakan Isra dengan cara bangun sebelum shubuh, meninggalkan tempat tidur, berwudhu dan menuju tempat sholat. Lalu kita melaksanakan Mi’raj dengan melaksanakan sholat. Semoga kita dan anak cucu kita menjadi muslim yang senantiasa menegakkan sholat. 

Asshalaatu mi’rajul mu’miniin

Advertisements

Keutamaan Bulan Rajab

Kata Rajab diambil dari “Tarjibuun”, yang artinya mengagungkan. Dan ada yang berkata, “Al Ashobu,” sebab rahmat selalu dijatuhkan (konotasinya Al Ashobu) kepada mereka yang taubat dan menerbitkan sinar bagi mereka yang beramal. Ada yang mengatakan bulan “A’ Ashoum” (tuli), sebab dalam bulan tersebut tak terdengar peperangan.

Rajab adalah sebuah nama sungai di surga, airnya putih seperti susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari es. Dan tidak akan meminumnya kecuali orang yang ahli puasa rajab.

Nabi saw bersabda: “bulan rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku”.

Kata ahli isyarah, “Rajab terdiri dari tiga huruf; Ra’, Jim, dan Ba’. Ro’ adalah rahmat Allah, Jim adalah usaha seorang hamba (jaromil abdi), dan Ba’ adalah birrullah (kebaikan Allah). Allah ta’ala berfirman; Aku menjadikan usaha hamba-Ku diantara Rahmat-Ku dan Kebaikan-Ku.”

 Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw bersabda “Barangsiapa berpuasa di bulan Rajab 27 hari (sumber lain hari ke 27-red), akan ditulis puasanya sama dengan puasa 60 bulan. Pada bulan inilah malaikat Jibril as pertama kali kepada Nabi Muhammad saw dengan risalah-Nya dan di bulan itu pula Nabi saw di Isra’ kan.”

Nabi saw bersabda, “Ingatlah, sesungguhnya bulan rajab adalah bulan yang peka. Barangsiapa di bulan itu berpuasa sehari karena iman dan mencari pahala Allah, maka dia memperoleh Keridloan-Nya yang amat besar.”

Ada yang berkata, “Allah memperindah bulan Rajab dengan empat bulan.” Demikian ini firman-Nya;

“…diantaranya ada empat bulan yang suci (diharamkan berperang pada bulan-bulan itu; Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab)…”

Yakni bulan-bulan mulia tiba berturut-turut dan satu terpisah yakni bulan Rajab.

Al Kisah, ada wanita di Baitul Maqdis, setiap bulan Rajab ia membaca, Qul huwallaahu ahad (surat Al Ikhlas) sebanyak 12.000 kali. Ia sakit dan berwasiat kepada anal lelakinya agar pakaian bulu miliknya ikut dikuburkan. Dan setelah mati, ia dibungkus dengan kain mahal. Kemudian si anak bermimpi dalam tidurnya si ibu mengatakan padanya, “Aku tidak senang denganmu, sebab tidak mengerjakan wasiatku.”

Anak itupun bangun dan dengan segera ia mengambil pakaian bulu untuk dikubur bersama ibunya. Ia menggali kuburan, dan tidak menemukan ibunya di kuburan. Ia bingung dan tiba-tiba ada panggilan, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya orang yang berbakti kepada Kami dalam bulan Rajab tidak Kami biarkan sendirian.”

Diriwayatkan, bila datang sepertiga malam di awal Jum’at pada bulan rajab, tidak selalu para malaikat kecuali memintakan ampun untuk orang-orang yang berpuasa di bulan rajab.

Dari Anas ra, bahwa Nabi saw bersabda; “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan Haram, akan dicatat ibadahnya (seperti) selama 900 tahun.”

Diriwayatkan Imam Dailami, dari Aisyah ra katanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda, “Allah melimpahkan kebaikan dengan amal sangat melimpah pada empat malam, (1) Malam hari raya Idul Adha, (2) Malam hari raya Idul Fitri, (3) Malam Nisfu Sya’ban, (4) Malam pertama bulan Rajab.”

Ad Dailami juga meriwayatkan dengan sanad dari Abu Umamah ra. bahwa Nabi saw bersabda “Ada lima malam, dimana dosa pasti dikabulkan, (1) Malam pertama bulan Rajab, (2) Malam nisfu sya’ban, (3) Malam Jum’at (4) Malam hari raya Idul FItri, dan (5) Malam hari raya Idul Adha.”

Mukasyaafatul Quluub – Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali

Rangkuman Ceramah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad s.a.w. 1431 H

Ceramah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad (sallallahu ‘alaihi wasallam) 1431 H

Ust. Ahmad Junaidi As Siddiq

Masjid Al Azhar

  • Isra Mi’raj Nabi adalah peristiwa yang spektakuler yang tidak bisa diterima dengan akal manusia yang terbatas namun hanya bisa diterima dengan iman
  • Jangan berpecah belah antar umat Islam, sementara orang kafir bersatu memerangi Islam
  • Isra artinya perjalanan di bumi, sedangkan mi’raj adalah perjalanan ke atas.
  • Nabi Muhammad diperintahkan Isra’ dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa, Palestina. Mengapa harus ke Palestina? Mengapa tidak langsung mi’raj ke atas, ke sidratul muntaha? Sebenarnya ada hikmah dan pengingatan yang akan diberikan Allah kepada manusia. Yaitu mengenai Bani Israil.
  • Shalat harus dikerjakan, mengingat perintah shalat sangat khusus disampaikan kepada Nabi Muhammad
  • Malaikat Jibril dilihat dalam bentuk asli oleh Nabi Muhammad dua kali, pertama saat menyampaikan wahyu di gua Hira, kedua di sidrah (tabir) al muntaha saat peristiwa mi’raj.
  • Sepanjang perjalanan mi’raj, nabi Muhammad diperlihatkan ciptaan Allah seperti surga dan neraka. Contohnya nabi Muhammad kaget ketika diperlihatkan para wanita pezina yang disiksa oleh malaikat.
  • Jarak antara Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa adalah 2250 km, ditempuh dengan unta selama 1,5 bulan. Sedangkan dalam peristiwa Isra’, Rasulullah mulai ba’da sholat Isya di Masjidil Haram Makkah sampai menjelang shubuh sudah sampai di Masjidil Aqsa.
  • Nabi Muhammad mi’raj mulai di Kubah batu yang melayang (dome of Rock) di dekat Masjidil Aqsa yang sekarang ingin direbut oleh Yahudi laknatullah.
  • Umat islam tidak diperbolehkan melaknat, bahkan kepada hewan sekalipun, kecuali  yang diperbolehkan yaitu kepada Iblis dan Yahudi, karena Yahudilah yang paling kejam, benci, dan paling memusuhi Islam.
  • Nabi Ibrahim (khalilullah/kekasih Allah) sewaktu mengantar Siti Hajar ke Makkah, dari Palestina memakan waktu 3 bulan perjalanan.
  • Nabi Ibrahim ketika sampai di ka’bah mendapati sudah hancur karena banjir di zaman nabi Nuh, dan ternyata Nabi Ibrahim dan orang-orang saleh lainnya merupakan orang-orang yang diselamatkan oleh Allah dalam kapal nabi Nuh.
  • Siti Hajar dari bangsa arab menikah dengan Nabi Ibrahim atas restu dan bantuan Siti Sarah yang dari bani Israil karena mengharapkan mereka memiliki anak yang kelak menjadi Nabi dan Rosul.
  • Nabi Ismail adalah nenek moyang Nabi Muhammad. Dan tidak banyak Nabi dari bangsa arab, yaitu nabi Ismail, Soleh, dan Muhammad.
  • Sekitar 14000 nabi yang diutus oleh Allah swt mayoritas dari bani israil.
  • Bani Israil diberikan banyak anugerah oleh Allah, seperti menjadi penguasa-penguasa (malik) di bumi, diberikan makanan dari langit, diselamatkan dari Fira’aun oleh Allah dengan membelah laut merah, kemudian bangkai Fir’aun dimunculkan untuk diawetkan dan menjadi pelajaran. Mereka juga yang membangun Piramid dan Spynx yang sebenarnya dipekerjakan oleh Fir’aun.
  • Yahudi terbagi menjadi 71 golongan, Nasrani terbagi 72 golongan, dan Islam terbagi 73 golongan sedangkan hanya 1 yang selamat, yaitu menjalankan sunnah Rasulullah beserta para khulafaur Rasyidin.
  • Ayat-ayat Al Qur’an yang dimulai dengan Subhanaka, Sabbaha, Yusabbihu (Pujian kepada Allah) akan diikuti oleh ayat-ayat yang maknanya sulit diterima dengan akal manusia.
  • Walantardha ankal yahuudu walannashara hatta tattabi’a millatahum, ketika menyebut yahudi menggunakan (lam dan nun) yang artinya tidak akan pernah (never) sedangkan nasrani menggunakan (lam dan alif) yang artinya tidak (no) yang artinya memungkinkan untuk ya (yes).
  • Sampai kiamat, Yahudi akan menguasai dunia.
  • Nanti ketika Umat Islam bersatu dan menghabisi Yahudi hingga batu dan pohon pun memberitahukan persembunyian mereka, barulah kemudian Kiamat akan tiba.
  • Ketika orang-orang tidak berani lantang menyampaikan kebenaran tentang Islam, karena selalu dibenturkan dengan Hak Asasi Manusia. Kemana Hak Asasi seorang manusia muslim ketika mereka dibunuh, dibantai oleh umat lain. Mengapa Islam yang dianggap teroris sementara mereka dibantai oleh orang kafir. Lalu apakah orang kafir yang membantai muslim itulah pahlawan dan orang-orang yang benar?
  • Saudara di Palestina, terus menerus diteror dan dibunuh, kemudian diisolasi (sebesar satu kabupaten) yang dinamakan Gaza, yang sekarang telah dibangun tembok dari batu dan baja. Sementara tanah mereka direbut untuk dibangun penampungan Yahudi dari berbagai negara. Orang-orang Palestina dulunya punya pintu yang lebih dekat dengan Mesir (di Raffa) sehingga kebanyakan mencari nafkah di Mesir. Namun karena kelicikan Yahudi yang menyuap pemimpin Mesir, sehingga Mesir menutup pintu itu.
  • Bangsa palestina hidup dengan akal dan mati dengan iman. Untuk mencari nafkah mereka menggali ke bawah tanah untuk masuk ke Mesir namun ketika ketahuan akan ditembak oleh tentara Mesir. Padahal mereka sesama muslim.
  • Bahkan tidak perlu Indonesia, ketika seluruh negara arab bersatu di wilayah tersebut, mereka akan bisa menghabisi Israel. Namun mereka tidak bersatu
  • Islam adalah agama yang penuh rahmat dan damai. Islam mengajarkan untuk bersatu seperti kita diminta untuk meluruskan dan merapatkan shaf 5 kali sehari (bahkan tentara mungkin tidak sebanyak itu). Karena kelurusan dan kerapatan shaf dalam shalat itu bisa menghindarkan kita dari perpecahan antar muslim.
  • Islam agama yang sangat toleransi. Dalam Al Qur’an disebutkan, prinsip hubungan dengan agama lain yaitu “Lakum diinukum waliyadiin”, artinya “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Silakan laksanakan ajaran agama lain, dan biarkan kami, Islam menjalankan ajaran agama kami. Bila kami tidak diperangi, kami juga tidak akan memerangi.
  • Sedangkan dalam hubungan antar muslim, prinsip yang dipakai adalah “Lana a’maluna walakum a’malukum”, artinya “bagi kami amal kami dan bagimu amalmu”. Setiap amalan akan kembali kepada diri masing-masing. Lantas mengapa kita selalu mencari bahkan menghina amalan saudara sesama muslim yang berbeda dengan apa yang kita amalkan, sementara kita tidak menanggung dosa mereka dan mereka pun tidak juga menanggung dosa kita. Melainkan setiap orang akan memikul hasil amalnya masing-masing. Mengapa kita tidak sibuk memperbaiki dan melaksanakan amalan kita sendiri sesuai dengan keyakinan kita.
  • Marilah mulai saat ini kita jalankan ajaran agama Islam, Menaati perintah Allah dan menjauhi larangannya, menjalankan sunnah Rasulullah, memahami dan menaati Al Qur’an, bersatu dan menghindarkan dari berpecah belah.
 Bergabung Yuk di ICT Laboratory Forum
 Diskusi tentang Cryptography dan Internet Security. Kunjungi  http://forum.ictlab.org
Best WordPress Hosting

Best WordPress Hosting

Beberapa Tuntunan Sabar

Al Baqarah

153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

An Nahl

127. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

Ar Ruum

58. Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka.”

59. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.
60. Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.

%d bloggers like this: