Perjalanan Kehidupan Manusia

Beberapa saat yang lalu, ada seorang teman yang mengirimkan sebuah gambar di salah satu grup WhatsApp. Gambar ini berjudul ‘Perjalanan Kehidupan Manusia’. 


Di gambar itu diilustrasikan posisi kita saat ini yaitu di alam dunia, yang merupakan fase ketiga setelah alam ruh dan alam kandungan. Mungkin sering kita lupa, bahwa alam dunia atau kehidupan kita ini bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Masih ada banyak fase lainnya yakni alam kubur, kiamat, hari kebangkitan, padang mahsyar, syafaat, hisab, penyerahan catatan amal, yaumul mizan, melewati telaga dan sirat, sebelum akhirnya sampai di tempat terakhir, surga dan neraka. Allah menjanjikan bagi siapa pun yang memiliki iman di dalam hatinya akan dimasukkan ke dalam surga. Namun, Allah swt juga mengingatkan bagi siapa pun yang melanggar larangan-Nya akan memperoleh siksa di neraka. 

Hal ini menyadarkan kita, apa yang seharusnya menjadi target kita dalam kehidupan dunia ini. Keimanan dan amal shalih kita lah yang menjadi teman sekaligus bekal manusia di hari kemudian. Maka sudah sepantasnya saya memikirkan kembali visi dan misi dalam hidup yang singkat ini, menyiapkan yang terbaik sesuai tuntunan agama. 

Selanjutnya, ada tiga bekal tambahan yang bisa kita usahakan, yang memberikan manfaat untuk kita bahkan setelah kita tidak lagi hidup di dunia. Yang pertama adalah anak yang shalih dan shalihah, karena do’a mereka akan memberi kebaikan bagi orang tuanya. Kedua, amal jariyah, amal yang bermanfaat bagi makhluk lainnya bahkan setelah kita tiada, pahalanya insyaAllah akan tetap mengalir untuk orang yang mengeluarkannya. Lalu yang ketiga, ilmu yang bermanfaat, ilmu yang sebelumnya kita cari lalu kemudian kita sebarkan sehingga orang lain memperoleh kebaikan dari ilmu tersebut. 

Marilah kita saling mengingatkan tentang hari akhir. Juga mari berlomba berbuat kebaikan untuk mencari pahala sebanyak mungkin, meninggalkan dosa agar Allah ridho kepada kita dan memasukkan kita ke surga-Nya dan menjauhkan dari neraka-Nya. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendidik anak-anak kita menjadi muslim yang shalih dan shalihah, mencari harta yang halal, baik dan banyak untuk sebesar-besarnya kemaslahatan orang banyak, serta giat mencari ilmu, mengamalkan serta mengajarkannya kepada orang lain. Mudah-mudahan Allah membimbing kita untuk istiqomah di jalan agama-Nya. Amiin yaa Rabbal ‘alamiin. 

Allaahumma a-inna ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: