Labbaik Allahumma Labbaik

Labbaik Allaahumma labbaik
Labbaika laa syarika laka labbaik
Innalhamda wanni’mata laka wal mulk
Laa syarika laka..

Kalimat talbiyah kini menggema di tanah haram, Makkah Al Mukarramah. Saudara-saudari kita seiman kini tengah melaksanakan rukun islam kelima, yakni ibadah haji. Saya membayangkan tentu merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa dapat memandang ka’bah, maqom nabi Ibrahim, shalat di Hijr Ismail, mencium Hajar Aswad, meneladani apa yang dilakukan keluarga Nabi Ibrahim, dan berdo’a penuh kerendahan diri di hadapan Allah, di bumi Allah yang paling suci.

Merupakan suatu nikmat yang agung jika kita diberi oleh Allah swt kesempatan usia, kecukupan harta, serta niat dan azzam yang kuat untuk bisa melaksanakan ibadah haji, kewajiban bagi muslim yang mampu.

Alhamdulillah, pada tahun ini Bapak dan Ibu memiliki niat untuk melaksanakan ibadah Haji. Beberapa hari yang lalu, mereka sudah mendaftar ke Kementerian Agama sebagai calon haji, walaupun mendapat giliran pada waktu yang cukup lama yaitu 2023, atau sekitar 11 tahun lagi.

Namun hal ini sangat kami syukuri. Mengapa? Pertama, Allah menganugerahkan hidayah kepada bapak dan ibu berupa niat untuk melaksanakan ibadah tersebut. Persoalan waktu, itu tidak mengapa. Jika memang jalan yang harus ditempuh memang demikian, insyaAllah, Allah akan memberangkatkan keduanya di waktu yang terbaik sesuai yang telah direncanakan-Nya. Sesungguhnya segala sesuatu tergantung dari niatnya, hadits Rasulullah saw. Di dalam khauf (pengharapan) terdapat keutamaan, yakni seorang hamba akan selalu mendekatkan dirinya kepada Allah jikalau ia memiliki sesuatu yang diharapkan dari Sang Pencipta, dan selalu memohon kepada Allah agar dikabulkan keinginannya. Setiap do’a akan dijawab melalui tiga cara, dikabulkan dengan segera, dikabulkan dengan tertunda, atau dibalas dengan pahala di yaumil akhir.

Kedua, Allah swt telah memberikan satu ‘alasan’ atau cita-cita yang mendorong keduanya untuk giat berikhtiar mencari nafkah yang barokah serta menjaga kesehatan diri, karena ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan harta dan tenaga.

Ketiga, Allah telah mencukupkan rizki pada saat ini, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga mampu untuk membayar sebagian biaya haji.

Semoga Allah memudahkan langkah, memanjangkan umur, dan mencukupkan rizki kita pada umumnya serta ibu dan bapak khususnya, untuk menuju baitullah, melaksanakan ibadah haji.

Amin ya Rabbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: