Nikah atau kuliah?

Ada temen yang bikin status begini “Kuliah vs Nikah..”
Secara sy udah nikah jadinya bisa ngasih komentar. Hehe🙂

Pertanyaan serupa sebenarnya lumrah ditanyakan oleh seorang pemuda yang masih bujangan dan sudah lulus sarjana. Jawabannya tergantung kondisi masing-masing.

Hukum sesuatu hal bisa saja wajib, sunnah, makruh, atau haram tergantung kondisi dan niat.
Menikah akan menjadi wajib jika seseorang sudah tidak mampu menahan syahwatnya dan ia mampu menjalaninya. Menikah menjadi sunnah jika ia khawatir pada kesuciannya dan ia mampu menjalaninya. Menikah juga menjadi makruh jika ia masih bisa menahan dan ia belum punya kemampuan untuk nikah. Nikah juga menjadi haram bila ia niat menikah untuk menyakiti hati seseorang atau niat buruk lainnya.

Jadi, apabila kondisinya memang masih bisa menahan dan ada keinginan untuk melanjutkan kuliah, tidak ada salahnya untuk menyelesaikan kuliah terlebih dahulu lalu segera menikah. Ada pula yang kuliah dan setelah lulus menikah dengan teman sekampus. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui.🙂

2 responses to “Nikah atau kuliah?

  1. roy September 12, 2012 at 8:26 pm

    Haha…bang karfi….yang paragraf terakhir itu lhoo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: