Ticket incident

Pukul 23.15 kereta senja kediri dari malang tujuan jakarta tiba di stasiun tawang, semarang tadi malam, saya pun yang sejak pukul 22.00 menunggu di stasiun naik ke dalam kereta. Ada sedikit pemandangan yang berbeda di stasiun dan kereta kali ini. Jumlah orang yang ada di dalam peron jauh lebih sedikit dari hari biasanya. Hal ini karena peraturan baru PT. Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan peraturan bahwa selain penumpang tidak diijinkan masuk peron. Dengan kata lain tidak ada lagi penjualan tiket peron, dan pengantar serta penjemput pun tidak diijinkan masuk peron. Penumpang diijinkan masuk peron paling cepat 2 jam sebelum jadwal kedatangan kereta dan harus menunjukkan tiket di pintu masuk. Selain itu di dalam kereta, tidak ada lagi penumpang yang bertebaran di jalan (aisle) dan tidak pula ada yang berdiri, nongkrong di bordess, atau mengunci diri di toilet seperti biasanya😀 . Hal ini karena KAI memang tidak lagi menjual tiket tanpa tempat duduk. Ketika semua kursi telah terjual, penjualan tiket dihentikan🙂
Tidak berselang lama, terjadi perdebatan petugas kereta api (a.k.a PS) dengan penumpang di kursi depan asal Nganjuk. Di karcisnya tertulis tiket untuk tanggal 30 September 2009. Bapak itu berargumen bahwa ini kesalahan pada saat pencetakan karcis waktu pembelian. Akan tetapi PS menyatakan itu tidak mungkin, karena tiket itu dicetak secara computerized, dan menyatakan penumpang tadi menggunakan tiket yang sudah lama. Bapak itu diminta untuk membeli lagi tiket di stasiun tawang semarang.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya melihat kesalahan tiket ini. Beberapa tahun yang lalu ada juga dua penumpang yang memiliki dua karcis dengan nomor gerbong dan kursi yang sama. Kalo tidak salah pada waktu itu, sepertinya disimpulkan akibat kesalahan pencetakan tiket oleh petugas loket.
Melanjutkan cerita tadi, akhirnya bapak tadi menyelesaikan urusan di luar kereta (mungkin dengan membayar denda). Bersamaan dengan itu, seorang ibu berjilbab duduk di samping saya yang kebetulan kosong. Beliau bercerita bahwa sebenarnya kursi yang ditempati oleh bapak tadi adalah nomor kursi miliknya. Namun karena beliau setiap minggu pulang-pergi Jakarta-Madiun, beliau mengalah ketika naik kereta dan akhirnya mencari tempat yang lain karena merasa hal ini sudah biasa baginya😦 . Beliau pun tidak mengetahui bagaimana bisa PS bisa tau hal ini, padahal tidak ada pengecekan karcis di stasiun tawang.
Akhirnya, bapak yang tadi kembali naik ke atas kereta, ibu tadi beranjak dari kursi sebelah lalu diskusi sebentar dengan bapak tadi di bordess kereta. Sayup-sayup terdengar ibu tadi mempersilakan bapak itu untuk duduk di tempatnya. Namun bapak itu akhirnya tidur di sela-sela kursi dan ibu tadi kembali duduk di kursinya.
Ada yang bisa mengambil hikmahnya? Monggo, share disini🙂

-dari dalam kereta-

9 responses to “Ticket incident

  1. Mora H. Ritonga November 7, 2011 at 2:33 pm

    hikmahnya,
    coba bro karfi traktir saya pulang ke semarang naek kereta, biar saya tau dan bisa merasakan bagaimana kira2 kejadiannya…
    hehehehehehe

    • karfianto November 7, 2011 at 5:29 pm

      InsyaAllah bro Mora, kapan2 kita ke semarang lagi.. naik ekonomi gak masalah kan😛

      • Restia Priwardani December 16, 2011 at 2:55 pm

        Masih suka naik kereta ekonomi Bang ? Kan bisa naik yang eksekutif,,, bang Karfi gitu loh

      • karfianto December 16, 2011 at 3:50 pm

        Lebih sering sih naik Bisnis…

        tapi Ekonomi sekarang tu asik lho.. Jumlah penumpang sesuai dengan kursi, nggak ada lagi yg ‘bertebaran’ di lorong..

        Berangkat agak malam, jadi nggak terlalu terburu-buru..(Executive, 16.30)
        Bisa dengerin orang2 rame cerita… (di Exe, cuma liatin orang yang diem liatin HP, tidur, bangun liat HP lagi😦 )
        Paginya bisa liat pantai.. (Exe, sampainya tengah malam, cuma liat sawah gelap )

        Tapi sesekali boleh lah naik Exec kalau mesti pulang dadakan..

      • Restia Priwardani December 22, 2011 at 6:15 pm

        IMHO di kelas kereta manapun, yang paling enak itu kalau sebelahan sama orang yang enak diajak ngobrol, hehehe…
        Kalo boleh jujur saya suka juga koq naik kereta ekonomi karena orangnya merakyat hehe, cuma ngga enaknya kalau mau ke kamar mandi aja sih : bekel Pocari sweat deh.

  2. abu faqih November 8, 2011 at 3:32 am

    Seperti membaca cerita misteri anak di majalah Bobo/Ananda🙂
    Hmm, hikmahnya apa ya? Jangan beli tiket di calo mungkin, krn boleh jadi tiketnya sudah kadaluarsa😀
    Tapi menarik juga bagaimana PS bisa tau ttg tiket insiden tsb. Apa mungkin karena ibu berjilbab sdh langganan di kursi itu & PS sdh begitu paham dgn ibu itu, atau krn si bapak menampakkan gerak-gerik yang patut dicurigai scr PS sdh terlatih thd hal-hal semacam ini😛

  3. imey August 24, 2013 at 11:30 am

    Bang mau nanya OOT, boleh khan?? Bordess itu apa? posisinya di kereta dimana?? Baru denger istilah itu..

    Thx b4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: