Ketika Pujian itu Datang

“Apabila manusia memuji anda, karena ia menyangka ada sesuatu yang baik pada diri anda, maka hendaklah anda mencela diri sendiri, karena anda lebih mengetahui hakekat diri anda ( yang masih banyak celanya)”(Al-Hikam).

Tidak ada yang lebih mengetahui tentang aib dan kekurangan diri seseorang melainkan dirinya sendiri, oleh sebab itu, yang dikehendaki darinya adalah mencaci dan mencela dirinya sendiri. dengan begitu, seseorang menjadi waspada terhadap tipu daya nafsu setan yang akan menambah aib dirinya. seterusnya ia berusaha memperbaiki dirinya yang masih dipenuhi dengan aib itu dengan memperbanyak amal kebaikan memperbaiki etika kehidupannya baik dihadapan manusia, terutama dihadapan Allah swt.

Ketika datang pujian dari orang lain yang menganggap dirinya baik, sementara ia mengetahui bahwa dirinya masih banyak aib dan kekurangan, tentu memperbaiki aib dan kekurangannya itu lebih baik baginya daripada hanyut dalam pujian orang yang tidak mengetahui hakekat dirinya. merasa tersanjung dan kepalanya menjadi besar karena sanjungan orang lain yang tidak mengetahui hakekat dirinya, justru sangat membahayakan dirinya sendiri.

sebagian ulama mengatakan bahwa ketika seseorang mendapatkan pujian orang lain hendaklah ia berdoa : ” Allahumma j`alni khairan mimmaa yadzunnuuna wagfirlii maa laa ya`lamuuna walaa tu akhiznii bimaa yaquuluun”, “Ya Allah, jadikan lah aku lebih baik dari apa yang mereka duga, ampunilah aku dari aib dan kesalahan yang mereka tidak tahu dan janganlah engkau siksa aku, karena apa yang mereka ucapkan”.

Adalah sebuah tindakah bodoh apabila seseorang merasa senang dan hanyut dalan kegembiraan pujian orang lain, sementara ia sendiri yang mengetahui aib dan noda dirinya yang dalam pandangan Allah lebih pantas sebagai ahli neraka. dan apabila memang ia dalam pandangan Allah sebagai ahli surga, maka hendaklah ia tidak merasa senang dan bahagia, kecuali atas anugerah dan pujian Allah swt padanya. karena segala urusan hidupnya bukan di tangan makhluk tapi berada pada kekuasaan Allah swt.

2 responses to “Ketika Pujian itu Datang

  1. abu faqih November 22, 2010 at 9:40 am

    Setelah sekian lama “be private”, akhirnya bisa dibaca “public” lagi. Nasihat yang sangat indah, bahkan untuk yang tidak pernah mendapat pujian😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: