Rasulullah melindungi akhlak umatnya

Diriwayatkan dari Ali bin Husain, bahwa Shafiyah binti Huyai bin Akhthab memberi tahu kepadanya bahwa pada suatu saat, Nabi Muhammad saw beri’tikaf di dalam masjid, Shafiyah berkata, “Lalu aku mendatangi Nabi dan berbicara kepadanya. Setelah sore, aku pun kembali dan beliau bangkit lalu berjalan bersamaku. Di tengah jalan, kami berpapasan dengan dua orang lelaki dari kaum Anshar. Keduanya mengucapkan salam, lalu terus berjalan. Kemudian Rasululullah saw memanggil mereka seraya berkata, ‘Sesungguhnya dia adalah Shafiyah binti Huyai (istri Rasulullah sendiri).’ Kedua orang Anshar itu kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, kami tidak berprasangka kepadamu selain kebaikan.’ Kemudian Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya setan (dapat) mengalir di dalam diri anak Adam sebagaimana darah mengalir dalam jasad(nya), sesungguhnya aku khawatir setan akan masuk pada kalian berdua.’”

Begitulah Rasulullah Muhammad saw. mengkhawatirkan agama kedua orang itu, lalu melindungi keduanya agar mereka terhindar dari berprasangka buruk. Betapa sayangnya beliau kepada umat beliau, sehingga mengajarkan mereka cara menjaga diri dari tuduhan, agar orang yang alim, wara’ dan dikenal kuat beragama, tidak lalai terhadap dirinya. Oleh karena itu, kita harus menjaga diri dari prasangka buruk dan tuduhan orang-orang yang jahat.

Sabda Rasulullah saw., “Tidak ada fitnah sepeninggalku nanti yang lebih besar bahayanya untuk dihadapi oleh kaum lelaki, melainkan fitnah yang ditimbulkan oleh karena persoalan orang-orang perempuan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: