Mengenang Perjuangan Menulis Tugas Akhir

Tulisan ini gw (sorry pake gw, biar lebih asyik dan merakyat) buat malam-malam sambil mengisi waktu luang. Sambil mengenang kembali masa-masa perjuangan yang terlalu indah untuk dilupakan dan terlalu pahit untuk dikenang (seperti lirik lagu 70-an). Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang membaca, atau paling tidak sekedar berbagi pengalaman dan perasaan yang pernah gw alami. Hitung-hitung investasi amal jariah, yang salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

Gw punya buku agenda yang gw kasih nama black book (kayak di film-film) ya emang karena warnanya hitam. Di buku itu gw tulis semua yang terlintas di hati gw, yang terpikir di otak gw tentang apa yang yang telah, sedang, dan akan gw lakukan. Ternyata cara gw ini cukup ampuh membantu kapasitas otak gw yang terbatas. Jadi inget kata-kata albert einstein nih, bunyinya kalo nggak salah gini: “Never memorize what you can look in the book“. Lagi pula dalam agama Islam juga diajarkan, “ikatlah ilmu dengan menulisnya“. Kalo gw sedang nggak bawa black book, kadang gw ketik pake black box (laptop gw yang warnanya emang item – ada-ada aja istilahnya!). Pake black box ini juga gw nyari2 referensi di internet seperti di google.com dan flazx.com, tapi bukan di friendster.com, facebook.com, atau youtube.com, karena lo nggak bakal ketemu sama referensi buat tugas akhir lo disana.

Kembali ke black… box… (pake gaya katrok-nya Tukul), lembar pertama tentang tugas akhir di buku itu tertulis “Rabu, 14-11-2007”, wah udah lama banget ya.., waktu kita masih muda dulu..
Isinya cuma coret-coretan latar belakang masalah, landasan teori, dan bayangan metode analisis yang akan gw pakai, beserta beberapa referensi yang kayaknya bakal gw pakai. Di halaman selanjutnya mulai banyak tulisan-tulisan nggak jelas (mungkin gw tulis waktu dapat wangsit), ada lirik lagu, lambang-lambang nggak meaning, trus muncul lagi catatan tentang tugas akhir, mulai dari yang bisa dibaca, sampai yang kayak cakar ayam, semuanya ada. Mulai dari tulisan pakai tinta hitam, biru, pakai pensil sampai pakai spidol whiteboard yang se-gede uler keket juga ada. Dan tulisan lain yang nggak bisa gw ceritain satu persatu (due to privacy and security reason -kayak firewall yang nge-blok akses ke facebook – hehehe🙂 ). Nah, yang pengen gw sampaikan, intinya segala sesuatu yang lo pikirin mendingan dicatat, nggak harus di buku, bisa juga di daun lontar, daun pisang, asal jangan di daun pintu kamar lo, ntar disuruh lari sore. Daripada ide itu menguap karena saking panasnya suasana asrama, membeku karena saking dinginnya udara saat lari pagi, semakin penuhnya otak dengan urusan politik, dan yang paling parah lo lupa ide itu padahal cuma pernah muncul sekali dan nggak pernah muncul lagi karena panik menjelang presentasi kuliah yang bagaikan lari estafet sepanjang semester (mana aplikasinya belum jalan, nggak bisa connect ke server, disuruh pake linux lagi, hehe🙂 ). kan ada tugas akhir ? kasihan ya tugas akhir dijadiin kambing putih terus..
Intinya catat idemu ya! trust me, it works ! (Kayak iklan eLMN).

Nggak bisa dipungkiri, suasana hati memang kadang-kadang nggak stabil. Kadang sedih, duka, derita, pesimis, terpuruk, nggak PD, putus asa, kecewa (lho kapan perasaan bagusnya😀 , oke, kadang senang, bahagia, ceria dan rindu (rindu? Maksud lo fi?) Rindu wisuda maksudnya… (ah pikiranmu…)
Intinya perasaan itu nggak bisa diandalkan, kita sendiri yang harus mengendalikannya, dan memaksa perasaan itu seperti apa yang kita kehendaki. Salah satu cara kalo hati sedang nggak tenang (awas! Gw pernah baca, apa yang mengganjal di hati itu mungkin karena dosa lho!) renungkan lagi, introspeksi, karena kalo hati lo nggak diisi dengan kebaikan, maka akan terisi keburukan, coz nggak ada diantara keduanya, kalo nggak true ya false. Jadi, daripada bengong, mendingan bersihin mesjid, nyikat kamar mandi, ngelap kaca, ato kerokin temenmu yang lagi masuk angin karena kebanyakan begadang. (jadi inget lagu bang Rhoma, begadang jangan begadang … kalo nggak ada ijinnya).

Cara yang kedua, coba lo dengerin lagu-lagu yang bisa bikin relax dan plong. Kalo gw dulu punya beberapa lagu-lagu yang setia menemani, seperti :

  • Satu rindu, Bersyukur kepada Allah, Kesaksian diri, Ya Rasul, Bila waktu tlah berakhir – Opick
  • I Remember You, 18 and Life, Wasted Time – Skid Row
  • By your side, Falling into you – Sebastian bach, vokalisnya Skid Row (halah siapa lagi tuh..)
  • The Greatest Hits Album – Boomerang
  • Koi, Caravansary, Matsuri – Kitaro , kalo yang ini jangan kebanyakan, bisa bikin ngantuk.
  • Dreamer – Ozzy Osbourne
  • Imagine – John Lennon
  • Witing tresno – Vokalisnya ‘Campus of Rock’

Coba lo renungkan makna liriknya, resapi setiap ketukan iramanya, serta rasakan emosi vokalisnya. Mungkin sedikit bisa membantu membuang kemalasan dan mengembalikan semangat yang membara.

Ini yang penting nih, selalu ingat sama Allah swt, berprasangka baik pada-Nya, karena apa yang diberikan Allah tergantung dari sangkaan hamba-Nya, terus sangat dianjurkan sholat Dhuha dan tahajjud, banyakin ikhtiar dan jauhi malas (coz Allah itu Maha Adil), kalo kita udah yakin Allah itu Maha Adil, kita mestinya takut dan berharap. Dan ini yang paling penting, saling mendoakan. Karena yang pernah gw denger nih, doa yang paling cepet dikabulkan adalah doa seseorang kepada saudaranya sedangkan saudaranya itu tidak mengetahui kalo sedang didoakan (lagi .. trust me, it works!). Apalagi kalo kita doakan sodara kita, maka malaikat-malaikat juga akan mendoakan kita. Bisa bayangin khan kalo malaikat yang berdoa.

Ngomong-ngomong soal ikhtiar, gw punya pengalaman nih, pertama kali gw mau ke rumah narasumber, gw sampe nyasar, nyambung angkot sampe 3 kali ternyata salah alamat. Gw sampe nyasar di tempat tukang laundry. Ternyata nama jalannya sama, tapi yang satu di tempat terpencil yang jaaauuuhh banget sama tempat yang gw tuju. Tapi nggak apa2, gw ikhlas banget, itu salah satu modal gw yang bisa gw sebut-sebut saat berdoa kepada Allah Azza wa Jalla. Pengalaman ikhtiar yang laen, gw coba berkenalan dengan narasumber dari negeri nan jauoh di mato, Jerman. Untung si Mister bisa bahasa Inggris, jadi bisa nyambung dengan bahasa Inggris gw yang agak berlogat jawa.

Kita khan punya pembimbing, mendingan lo gunakan itu sebaik-baiknya. Jangan segan dan males untuk menghadap walaupun gw tau setiap kali menghadap lo akan diberikan seabrek-abrek (apaan lagi tuh?) tugas yang bikin tidur lo nggak nyenyak, bahkan lo sampe teriak-teriak histeris waktu tidur karena sosok pembimbing lo masuk dalam mimpi (tenang mas, bukan pengalaman pribadi kok🙂 ). Tugas minggu kemaren belum kelar, eeh pas ngadep ditambahin tugas laen lagi, menyerang bertubi-tubi seperti senjata otomatis. Tapi kata serdadu nih, lebih baik mandi keringat dalam pertempuran daripada mandi darah dalam peperangan. Kalo dianalogikan, lebih baik kenyang dengan kritikan dari pembimbing daripada mandi keringat karena bingung waktu sidang. Kan Allah swt sudah menjanjikan, setelah kesulitan pasti ada kemudahan, diulangi sampe dua kali lagi. So, apakah kita masih ragu?

Mengingat beberapa mata kuliah masih ada, gw saranin jangan multitasking (ngerjain semuanya secara bersamaan) kalo memang susah dan belum terbiasa. Takutnya malah semuanya nggak ada yang selesai. Di Al Quran juga diajarkan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Jadi luangkan satu waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu, kalo udah selesai lanjutkan pekerjaan yang lain. Kalo memang lo harus mengorbankan banyak waktu lo untuk ngerjain tugas akhir, jangan korbankan waktu untuk ibadah, coba cari waktu yang kira-kira bisa dipakai, seperti waktu tidur, waktu bermain, waktu santai (makannya dipercepat, kalo udah selesai jangan nongkrong dan ngobrol hal-hal yang kurang bermanfaat ato nggak penting). Akan ada suatu waktu dimana lamanya cuma beberapa menit tapi nilainya seperti sebulan.
Tetap ikuti aturan ya bro.. karena minimal seminggu sekali kita udah berjanji, dan janji itu wajib dilaksanakan, alias dosa kalo ditinggalkan tanpa udzur yang kuat.

At last but not least, jangan pernah mengganggap tugas akhir itu sebagai beban sobat, tapi anggap itu sebagai suatu peluang untuk belajar dan memperkaya knowledge, skill, technique, attitude, dan experience, (kata-kata pak Romi nih…) Inget juga kata Thomas Alva Edison nih, kebanyakan orang mengganggap suatu kesempatan sebagai beban. Nikmati saja semuanya, percayalah bahwa suatu saat semua itu akan menjadi kenangan. Kalo memang terasa berat, lepas sejenak beban dipundakmu itu, rangkul kawanmu dan rasakan beban yang juga mereka pikul, mungkin beban mereka lebih berat dari bebanmu kawan. Katakan dalam hatimu “when you need a shoulder to cry on, the one to rely on, I am here for you“. Semoga suara hati itu terdengar jelas oleh kalbu saudara-saudaramu dan engkaupun akan mendengar suara yang sama dari dalam hatinya. Gunung itu memang tinggi dan kita memang lelah sobat, tapi kita harus terus mendaki, setidaknya untuk mencapai tempat yang setinggi mungkin, atau paling tidak memberi semangat kawan-kawan yang masih bersemangat untuk mendaki. Karena ada yang akan berbangga melihat anak mereka mencapai taman Edelweiss di puncak gunung itu. (bikin puisi nih..)

Kurang lebih itu yang bisa gw share, yang jelas selama ngerjain tugas akhir, gw lebih banyak merasakan pelajaran dan pengalaman spiritual. Terlepas dari semua rintangan, gw senang punya kawan-kawan, adik dan kakak yang sudah mau bersama gw menapak di jalan terjal dan berbatunya hidup ini. Sebelum gw tutup, gw mo lurusin niat seperti yang gw bilang di awal, sekedar berbagi tanpa embel-embel apapun.
Nih gw kasih bonus kata-kata pembangun jiwa :

  • Tidak akan pernah datang waktu luang melainkan kita yang harus meluangkan waktu itu.
  • Kegagalan itu sementara, sehingga kita bisa terus berharap, dan kelapangan itu juga sementara sehingga kita tidak boleh terlena.
  • Jadilah orang yang rela menerima segala anugerah-Nya, karena Ia sebaik-baik pemberi anugerah.

Thanks udah mo baca tulisan ini sampe habis.
-Karfie-
10-02-09, 00:10 WIB
Good Morning

11 responses to “Mengenang Perjuangan Menulis Tugas Akhir

  1. Restia February 12, 2009 at 8:00 am

    Assalamu’alaikum,wr,wb…
    Makasih ya Bang udah nge-share pengalamannya. REstia kemarin sempat BT banget…pas proposal ditolak..sampai akhirnya teman saya, eh maksudnya…sahabat saya mengatakan bahwa sidang ulang itu…karena para reviewer sangat cermat mengkritisi tulisan kita dan mereka berharap kita kan benar-benar siap untuk menjalankan TA di semester depan. Saya sempat ngeyel…(bahkan itu bukan hanya kata sahabat saya saja, tetapi juga kata Pak Yan…duh gawat nie, berarti udah parah bgt.. ) karena saya dapat pengertian yang salah dari salah satu senior, katanya “hati-hati dengan saran reviewer, mereka hanya akan menambahkan beban TA saja…”, begitu katanya…saya juga bodoh saat itu, percaya begitu saja..
    Insya Allah Restia akan berikhtiar di TA ini sebagai bentuk ucapan terima kasih saya kepada STSN atas segala rezki yang telah saya nikmati selama ini.
    Bang, judul TA saya : RANCANG BANGUN SECURE SMS PADA TELEPON SELULAR, kata Bang Ulir, Abang jago Java ya…boleh ya kalau lain kali saya konsultasi mengenai coding…REstia masih awam banget, mohon bimbingannya.
    Terima kasih juga sudah menjadikan saya sebagai Link Abang, duh…berasa tersanjung nie, berarti Site saya dianggap bagus nie, alhamdulillah…Makasih ya Bang.

    Wassalamu’alaikum,wr,wb…

    • karfianto September 1, 2009 at 8:16 am

      ambil hikmah dari semua kenyataan ya..
      walaupun manusia merasa pahit, yakin aja kalo Tuhan Maha Mengetahui, Sebaik-baik Pemberi, dan sangat sayang pada hamba-hamba-Nya.

  2. Ian February 17, 2009 at 3:15 am

    Black book…teknik mencatat ide yang sangat berguna yang dulu gue pernah denger dari seorang guru (atau peneliti yah) di suatu acara tv,dan memang ampuh…

    eh fi klo boleh tau ym kmu apa?mo tanya2/diskusi ttg java nih
    (kirim ke email aja ya klo misalnya kmu ga mau dipublish terbuka di blog).

    Trims

    (Tidak ada Pengetahuan yang Percuma…SO,Tetap Belajar dan Bertanya karena kita ngga akan pernah tau kapan pengetahuan itu kelak akan membantu kita memahami sesuatu)

    half-morning-10:14 wib

  3. meylee February 19, 2009 at 7:15 am

    Tulisan bagus… Nice banget…😀
    Mampir disini karna tadi berkunjung ke cryptodojo/impka,
    Keep the good works !!🙂

  4. cokelatholic March 12, 2009 at 8:34 am

    gw setuju ma lo Fi soalnya gw juga punya buku semacam itu..
    bukan cuma pas ngerjain TA aja tapi di setiap kesempatan…
    alasan gw sih simpel aja…

    karena gw gak punya ingatan yang bagus..🙂

    makanya buat ngatasin kekurangan gw itu, setiap ada hal/kejadian yang penting ya gw tulis di buku itu….

    thanks buat kata2 pembangun jiwanya…

  5. Uni March 24, 2009 at 3:03 am

    Oke Karfi, I’m agree with yuor idea. Kamu memang sll memberikan motivasi kepada orang lain, Syukron ya…jadi pengen TA lagi neh. Karena aku juga salah satu orang yg selalu bikin agenda TA dan sll tertarik utk membuat tulisan-tulisan.
    Cuma bedanya gini, kl aku sll mencatat dan mengagendakan setiap apapun yg akan dan aku laukukan ketika mengerjakan Tugas Akhir, mulai dari payah2nya, perjuangannya, senang2nya, pahit2nya, cape2nya, usaha2nya ketika aku membuat TA. Sampai sekarang masih tersimpan rapi di Laptopku dan setip kali aku inget, aku buka dan aku baca. Biasanya aku jadi teringat perjuangan TA, kadang tersenyum sendiri mengingat perjuangan waktu itu, tapi saat itu ada keyakinan bahwa pada hari dan jam yg sama, tahun depan insya Allah sudah akan ada satu bendel TA terjilid rapi di mejaku.itu yg membuat aku optimis, ya satu poin penting aku sll yakin bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya.

  6. tugas akhir April 23, 2009 at 9:41 am

    Membuat tugas akhir memang memerlukan perjuangan yang cukup banyak, yang berhasil melewatinya, punya mental yang cukup buat kerja.

  7. martha nurizzaky firdaus August 9, 2009 at 4:17 pm

    Great
    Entirely proud of you,brother!

  8. morishige August 25, 2009 at 3:35 am

    thanks nasihat2nya, sob…
    bisa nih saya terapkan nanti.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: