Marhaban yaa Ramadhan.

Marhaban yaa Ramadhan.

Alhamdulillah, yang pertama marilah kita bersyukur dan bahagia bisa bertemu dengan ramadhan tahun ini. Semoga kita semua turut berbahagia pada datangnya bulan suci ini, agar jasad kita diharamkan oleh Allah swt dari api neraka.

Kedua, syukur kami panjatkan karena bisa kembali mengisi blog ini yang sudah lama tidak sempat dibuka.

Pada posting kali ini, kami mencoba menyampaikan sedikit yang  insyaAllah bermanfaat khususnya sebagai pengingat bagi diri kami pribadi.

1. Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diwajibkan bagi kita untuk berpuasa, tujuannya selain untuk menunaikan kewajiban, juga sebagai jalan untuk mendidik pribadi untuk menjadi sabar dan turut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang kelaparan dan kehausan. Jadi kuranglah bermanfaat apabila puasa kita dijalankan dengan tidak ikhlas, atau setiap hari mengamalkan pola ‘balas dendam’ sehingga memenuhi perut ini dengan makanan saat sahur dan buka puasa agar di siang hari tidak merasa lapar, bahkan sepanjang puasa diisi dengan tidur dan bermalas-malasan. Lalu bagaimana bisa kita merasakan nasib saudara kita dalam keadaan kita seperti itu. Bukanlah itu hakikat puasa. Ramadhan ini bulan kesabaran sebagaimana disabdakan Rasulullah saw di khutbah pada akhir bulan Sya’ban. Bila tidak ada satu bulanpun yang didalamnya kita mampu bersabar, setidaknya di bulan ini saja kita bersabar. Kalau tidak ada perbuatan lain yang mampu kita lakukan, paling tidak, sabarlah.

2. Bulan ini adalah waktu untuk mempersiapkan keimanan dan ketakwaan untuk mengahadapi sebelas bulan berikutnya. Harapannya semua dosa yang lalu dapat terampuni. Semoga kita tidak termasuk orang yang celaka, yaitu orang yang mendapati bulan Ramadhan, namun tidak mendapat ampunan, seperti doa malaikat Jibril as yang diamini oleh Rasulullah Muhammad saw.  Akan sangat banyak godaan iman diluar bulan Ramadhan saudaraku. Mari kita persiapkan bekal kita sejak saat ini. Betapa nikmatnya bulan ini, dimana setiap amalan sunnah akan mendapat pahala amalan wajib, sedangkan setiap amalan wajib dilipatkangandakan tujuh puluh kali. Lalu apa lagi alasan kita untuk tidak melakukan yang terbaik?

3. Ada empat hal yang disunnahkan, dua hal untuk menyenangkan Allah swt, dan dua hal lagi pasti kita butuhkan. Dua hal yang pertama adalah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang patut disembah selain Allah dan beristighfar, memohon ampun pada Allah. Sedangkan dua hal yang kita butuhkan adalah memohon dimasukkan ke dalam surga dan diselamatkan dari siksa neraka. Itulah sebabnya pada sholat Tarawih, sering kita mendengar lafadz doa “Asyhaduallaailaahaillallaah, wanastaghfirullaah, as’alukaridlooka waljannah, wana’uudzubika minsyakatika wannaar”.

Sudah seberapa bermanfaat puasaku ?

sudah seberapa khusyuk sholatku ?

sudah seberapa ikhlas ibadahku?

sudah seberapa  banyak dzikirku?

Ya Allah, belum cukup persiapanku…

ya Allah, belum sanggup aku lepas dari bulan ini…

ya Allah, jadikanlah setiap waktu dibulan ini menjadi waktu yang selalu lebih baik dari waktu sebelumnya…

karena tidak berani aku menjamin akan bisa bertemu bulan ini lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: